Pengertian, Sejarah, Rumusan, dan Metode Menghafal Sandi Morse

Bagikan artikel ini yuk!

Sandi morse merupakan sebuah sandi yang diterapkan dengan sistem representasi huruf, angka, dan juga tanda baca sinyal. Kemudian menyusun suatu karakter tertentu menggunakan sinyal simbol berupa garis (-) serta titik (.).

Sandi yang satu ini memang sering digunakan untuk berbagai macam keperluan, terutama di saat yang mendesak. Misalnya mengirimkan pesan melaui radio, komunikasi lewat telegraf, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mengenal Sandi Morse

Mengenal Sandi Morse

Melansir dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), sandi atau kode morse adalah titik dan garis yang menjadi pengganti untuk huruf, angka serta tanda baca, dan digunakan untuk mengirimkan dan menerima berita telekomunikasi.

Jadi tidak heran jika sandi atau kode morse ini juga turut dikenalkan dalam pramuka sebagai salah satu bentuk keterampilan. Diharapkan setiap anggota pramuka bisa paham maksud dari setiap kode morse yang mereka lihat.

Kode ini bisa dibilang sebagai suatu media yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi, walaupun metode yang digunakan terbilang tradisional. Pada awal kemunculannya, gambar kode morse diperkirakan mulai digunakan sekitar abad ke-20 atau pada masa-masa awal kali telegraf ditemukan.

Maka dari itu, sandi dan telegraf berbentuk morse memang saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan. Ketika sandi atau kode dikirim melalui telegraf, maka akan terbentuk suatu media komunikasi yang memiliki jangkauan luas dan cepat. Bahkan hampir setiap kantor di seluruh dunia memiliki yang namanya telegraf.

Sampai telepon ditemukan, jumlah pengguna dari telegraf dan morse mulai berkurang. Ya, hal ini karena banyak orang yang mulai beralih dari telegraf ke telepon. Hingga pada tahun 1997, kode morse sudah tidak lagi digunakan sebagai modul komunikasi resmi di Angkatan Laut Internasional.

Kode morse tersebut telah digantikan dengan sistem GMDSS, yang menggunakan gelombang radio untuk komunikasinya. Sedangkan untuk sistem GMDSS ini menggunakan satelit, sehingga bisa mengirimkan dan menerima pesan berupa suara.

Sejarah Sandi Morse

Sejarah Sandi Morse

Sandi morse garis dan titik ini, pertama kali ditemukan pada tahun 1833, oleh seorang seniman yang bernama Samuel F.B Morse. Tujuan dari penciptaan kode morse ini dilakukan untuk memudahkan meitode pengiriman yang digunakan sebelumnya.

Bagi yang belum tahu, sebelum adanya kode morse ini, proses pengiriman pesan sebelumnya dilakukan dengan menggunakan sebuah kompas untuk menunjukkan sandi huruf dan angka pada telegraf. Metode yang satu ini dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu yang lama.

Berbeda dengan morse yang dianggap jauh lebih efektif, karena dapat ditransimiskan ke dalam bentuk detak sinyal mekanik maupun sinyal elektrik yang ada pada telegraf. Bahkan dapat juga dalam bentuk visual, seperti halnya cahaya.

Jadi jangan heran jika Anda melihat kedipan-kedipan senter ataupun asap yang putus-putus. Akan tetapi, seiring dengan penggunaannya, morse yang ditemukan oleh Samuel ini dinilai kurang praktis jika digunakan dalam skala internasional.

Hingga akhirnya pada tahun 1851, tepatnya dalam suatu konferensi pers di Berlin, rumusan dari kode morse ini direvisi. Hingga menghasilkan rumusan morse baru yang sampai saat ini masih digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Di dalam rumusan yang baru, semua panjang garis pada kode itu sama. Selain itu, tidak ada spasi yang menghubunkan satu karakter. Jadi dapat dikatakan jika hasil rumusan yang baru ini jauh lebih mudah untuk diingat dan juga diterapkan.

Rumus Sandi Morse

Rumus Sandi Morse

Dalam organisasi pramuka, proses penyampaian kode dari mores ini dilakukan dengan bantuan peluit yang ditiup. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membedakan antara strip dan juga titik. Peluit ditiup pendek dan panjang sendiri memiliki perbandingan sekitar 1 : 3 ketukan.

Jadi bisa dibilang untuk titik adalah satu ketukan, dan untuk strip yakni 3 ketukan. Tidak hanya menggunakan alat bantuan berupa peluit, ada beberapa cara lain yang juga sering digunakan untuk menyampaikan pesan morse, di antaranya sebagai berikut.

  • Ditulis dengan menggunakan tanda titik (.) dan juga strip (-).
  • Dengan menggunakan sinar (senter, lilin, lampu, api, dan lain sebagainya) yang dinyalakan dan dimatikan.
  • Dengan menggunakan gerakan, seperti bendera, lambaian tangan, asap, serta kedipan tangan.
  • Dengan menggunakan denyut listrik seperti halnya pada kabel telegraf.

Kode morse ini banyak digunakan dalam melakukan komunikasi radio pada kapal ketika berlangsungnya perang dunia kedua, perang Korea, perang Vietnam, dan lain sebagainya. Bahkan beberapa radio amatir di tahun 1990 masih sering menggunakan kode yang satu ini.

Dan untuk saat ini, sandi tersebut masih sering digunakan dalam kondisi darurat atau bencana. Contoh dari morse yang paling sering digunakan adalah …—… yang berarti SOS. Seperti yang telah diketahui, SOS adalah simbol untuk meminta bantuan darurat secepatnya.

Alfabet dalam Sandi Morse

Alfabet dalam Sandi Morse

Huruf

  • A • –
  • B – • • •
  • C – • – •
  • D – • •
  • E •
  • F • • – •
  • G – – •
  • H • • • •
  • I • •
  • J • – – –
  • K – • –
  • L • – • •
  • M – –
  • N – •
  • – – –
  • P • – – •
  • Q – – • –
  • R • – •
  • S • • •
  • T –
  • U • • –
  • V • • • –
  • W • – –
  • X – • • –
  • Y – • – –
  • Z – – • •

Tanda Baca

  • . • – • – • –
  • , – – • • – –
  • : – – – • • •
    • – • • • • –
  • / – • • – •

Angka

  • 1 • – – – –
  • 2 • • – – –
  • 3 • • • – –
  • 4 • • • • –
  • 5 • • • • •
  • 6 – • • • •
  • 7 – – • • •
  • 8 – – – • •
  • 9 – – – – •
  • 0 – – – – –

Metode Menghafal Sandi Morse

Metode Menghafal Sandi Morse

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk membantu menghafalkan sandi morse titik dan titik. Di antaranya adalah metode koch, substitusi, dan juga pengelompokan. Nah, untuk penjelasan dari ketiga metode tersebut, simak informasi yang ada di bawah ini.

1. Metode Koch

Metode konch merupakan metode yang digunakan untuk menghafalkan kode morse, yang menggunakan suatu sistem gradual. Pada metode ini, diawali dengan dua huruf yang bisa diulang berulang kali, dengan jarak interval menggunakan huruf T dan E.

2. Metode Substitusi

Metode yang berikutnya ini seringkali diajarkan dan digunakan dalam kegiatan Pramuka. Huruf yang menjadi penanda di dalam metode ini yaitu huruf ‘O’. Huruf tersebut digunakan sebagai simbol garis (-), sementara huruf vokal seperti A, E, I, U, O digunakan untuk simbol titik (.).

3. Metode Pengelompokan

Metode pengelompokan dengan metode yang paling sering digunakan untuk menghafalkan sandi atau kode ini. Sesuai dengan namanya, metode ini dilakukan dengan mengelompokkan setiap huruf alfabet. Anda hanya perlu menghafal setiap bentuk morse dari huruf alfabet untuk bisa menggunakannya.

Manfaat dari Sandi Morse

Manfaat dari Sandi Morse

Dari beberapa informasi yang sudah dijelaskan di atas, sebenarnya kita sudah bisa tahu jika sandi yang satu ini cukup penting. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini beberapa manfaat dari penggunaan sandi atau kode morse.

  1. Digunakan untuk berkomunikasi melalui telegraf.
  2. Sebagai media komunikasi sendiri, terutama saat mengirimkan pesan darurat (SOS).
  3. Dapat digunakan dalam kegiatan Pramuka untuk mengasah keterampilan para anggotanya.
  4. Digunakan untuk mengirimkan pesan yang sifatnya rahasia.

Mungkin untuk saat ini penggunaan dari sandi morse memang tidak sebanyak dulu kala. Meskipun begitu, kode ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Perlu untuk diingat, bahwa sandi yang satu ini memiliki beberapa manfaat yang tidak bisa diberikan oleh para penggantinya.

Belanja yuk di distropramuka.com

Bagikan artikel ini yuk!
Pramuka Update
Pramuka Update

Media Pramuka Independent yang memiliki misi menjadi media pramuka rujukan dalam berlatih pramuka. Visi Pramuka Update adalah membangun konten siapapun dan dimanapun bisa mengakses materi pramuka terbaru dan terupdate.

Kontak kolaborasi & media partner WA 0877-2264-2882