Buper Membawa Baper

Buper Membawa Baper

Buper Membawa Baper artikel oleh @kakmaruf – Sebuah fakta memang ketika berkemah selalu banyak kenangan manis yang terbawa sampai kita dewasa kelak. Bumi perkemahan sebagai saksi kita pernah berkegiatan di luar sekolah, ya minimal sekali-dua kali. Ingatkah kakak, pernah gak mandi saat berkemah? atau berbalas kentut saat di dalam tenda? memasak ~rindu~ eh memasak nasi sampai gosyong. Banyak kenangan yang terlalu manis untuk bisa dilupakan dari buper.

Mungkin saja kita tidak pernah satu buper, satu kegiatan perkemahan, namun jika membicarakan perkemahan kenapa sih kita selalu nyambung? apa ini yang dinamakan cinta? cinta tanpa bertatap muka. Maafkan aku yang membiarkan kenangan dibumi perkemahan sebagai pengobat rindu. Meksipun saat itu aku belum ada rasa dengan lawan jenis, sungguh aneh tapi nyata. setidaknya memandangnya hanya sebagai tanda kekaguman, belum muncul rasa sayang apalagi cinta.

Buper Membawa Baper

Momen di Bumi Perkemahan, selalu ada drama diatas derita. Mengantree di kamar mandi, cukup menyebalkan, membuang-buang waktu disaat kegiatan segera dimulai, pada akhirnya sekamar mandi berdua. Antara takut di hukum dan ya, menghemat waktu. Mungkin saja kalian pernah terperosok di selokan, maupun pematang sawah. Kotor, lucu dan ditertawakan teman regu dan sangga kalian. Begitulah hidup ini, ketika terjatuh ada aja yang menertawakan, meskipun akan selalu malaikat tak bersayap yang akan menolongmu.

Baper, iya… apa yang kakak tuliskan diatas merupakan sedikit pengalaman dan sekelumit cerita di masa lalu, yang mungkin juga kamu rasakan. Mbrebes mili, kangen berkegiatan ketika telah bekerja, ataupun kesibukan saat ini, kalaupun mengikuti kegiatan sudah menjadi panitia lagi, momen sebagai peserta didik sudah hilang, begitulah ketika kita bertambah usia.

Pesan kami buat kalian yang membaca tulisan ini, dan masih memiliki kesempatan berkemah. Manfaatkan dan bikin kenangan yang manis, ikuti kegiatan sebaik mungkin. Karena suatu saat apa yang kalian lakuin akan selalu menjadi cerita dalam reuni-reuni dan momen mengumpul dengan temen kalian. Jangan sampai apa yang kamu lakuin, dikenang sebagai kenangan yang kurang mengenakkan. Ingat, Buper Membawa Baper, begitulah perkemahan. Salam Pramuka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =