Berseragam pramuka, ya.. banyak orang karena memakai seragam pramuka lalu disebut pramuka. Berseragam pramuka karena hati dan jabatan itu berbeda. Dalam lisan dan ucapan terlihat manis, namun dalam praktiknya tidak demikian.

Sampai kapan raga ini untuk pramuka

Menjadi pramuka karena tuntutan “jabatan” rata-rata tidak akan bertahan lama, yah, setelah tidak memiliki jabatan ya tentu saja tidak ikutan berbuat untuk kemajuan pramuka. Buat kakak sekalian yang membaca tulisan ini, dan tumbuh dari rasa cinta karena pramuka, melalui proses ujian SKU, menempuh pengembaraan, pengorbanan waktu, uang dan tenaga. Menjadi pramuka sudah menjadi bagian dari jiwa dan raga.

Meski tak lagi berseragam, tetapi rasa memiliki pramuka sangat tinggi. Mau datang di kegiatan adik-adiknya, meski perbedaan angkatan sangat jauh. Masih mau memberikan dukungan moril dan materiil guna kemajuan gerakan pramuka Ini.

Bisa jadi yang awalnya tumbuh di pramuka, lalu bekerja di instansi pemerintah dan memiliki jabatan lalu berseragam pramuka lagi harapan penulis, tolong bantu adik -adiknya yang berada di satuan karya, di dewan kerja. Agar gerakan pramuka semakin membumi dan mendunia.

Sampai kapan raga ini untuk PRAMUKA? Sampai akhir hayat nanti dimana kami tidak bisa lagi mengabdikan diri, berbakti pada negeri ini. Meski kini tak lagi sering memakai seragam pramuka, namun hati ini, jiwa ini tetap setia pada Gerakan Pramuka. ditulis @kakmaruf

 

foto by : kanyadanesswara