Peserta Pelayaran Lingkar Nusantara VI Sail Karimata 2016 menabur bunga di atas deck kapal KRI 591 Surabaya untuk mengenang para pahlawan laut yang gugur. Jum’at (23/9). Kegiatan ini masih sejalan-seirama dalam rangka memperingati hari Pramuka ke-55.

Upacara tabur bunga yang diikuti oleh seluruh peserta pelantara dan bela negara ini nampak berbeda dari upacara lainnya. Terlihat lebih simple penuh makna. Diawali dengan peghormatan kepada arwah pahlawan, kemudian mengheningkan cipta, pengalungan bunga oleh pembina upacara dan kemudian penghormatan terakhir kepada arwah pahlawan. Lalu diakhiri dengan sesi penaburan bunga di laut. Hal ini dilaksanakan meski kapan terus berjalan.

Peserta Pelantara VI Sail Karimata Kenang Pahlawan

Peserta Pelantara VI Sail Karimata Kenang Pahlawan

Komandan Satuan Tugas Pelantara VI Kak R. Eko Suyatno mengatakan Pramuka saka bahari adalah bagian dari matra laut, oleh karena itu menjadi hal wajib mengenang sejarah para pahlawan yang gugur dalam pertempuran laut Aru, Kardoman dengan KRI Macan Tutul, para anggota angkatan laut yg berjuang dikapal sehingga kapalnya tertembak meninggal dilaut, orang-orang yang musibah kecelakaan dalam perjalan tranportasi umum maupun dalam tugas-tugas negara.

“Kita bisa sampai seperti saat ini adalah hasil dari peran serta para pelaku sejarah terdahulu, jadi kita rutin memberikan doa kepada pahlawan yg meninggal di laut. Bersama kita berdoa agar pahlawan yang gugur diterima di sisi Tuhan yang maha esa, amin,” demikian ungkap kak Eko.

Lebih lanjut, kak Eko menuturkan bahwa upacara tabur bunga merupakan tradisi dalam kemaritiman sebagai komponen utama pertahanan di laut, yang mengadopsi dari ritual darat. “Di darat meletakkan nisan, karangan bunga, kita mengadop dari sana, kemudian di visualisasikan di laut,” pungkas nya.

“Saya berharap peserta pelantara VI memahami dan meresapi, karena kita adalah saka bahari, bahwa di lautlah pahlawan-pahlawan kita membuka jalan, iuran darah, gotong royong berjuang hingga di laut juga lah tersimpan harapan, tersimpan kejayaan. Harapan-harapan itulah yang harus generasi bangsa ini explore dengan maksimal. Masih banyak kandungan sumber daya alam laut yg belum kita berdayakan dengan maksimal,” tambah nya.

Saat berita ini dibuat, peserta pelantara VI sedang menuju pulau bangka belitung. Dijadwalkan akan sandar/lego pada Jum’at, 23/9 pukul 21.00 WIB. Selama pelayaran, peserta akan melewati rute Jakarta -Bangka – Pulau Bintan – Tarempa – Pulang Sekatung – Pontianak/ Tanjung Datu (Direncanakan tempat berkemah) – Kayong/ Karimata (mengikuti Hari puncak Sail Karimata) dan terkahir kembali lagi ke Jakarta. (Roby/Humas Kwarnas)